Lari

X : apa yg terjadi kalo orang lagi lari dilempar batu?
Y : umm, orang yg lari akan kesakitan kena lempar..
X : salah, jawabannya gak kenapa2, kan lemparannya gak kena..
Y : oh begitu.. *ngambil batu buat dilempar*

LARI. Pernahkah kalian berlari? Coba ingat2 waktu kalian ketahuan nyolong manga, atau sehabis mencopet di dalam angkot. Ya kan, kalian pernah berlari.
Lari itu merupakan salah satu olahraga yg cukup murah. Cukup bermodalkan niat dan keinginan. Semua bebas untuk berlari, dari yg tua, muda, kaya, miskin, cowok, cewek, dan jenis lain yg belum disebut.

Anda bisa berlari di jalan, jogging track, mall, gunung, kantor, gurun, rel kereta, dan tempat2 lain yg ada di bumi ini. Mau lari sprint, jogging, gaya dada, slam dunk, backhand, dll itu terserah bakat Anda saja.
Saya sangat suka lari, walaupun tidak secepat kereta api. Bukan lari dari masalah, tapi lari di jalanan. Ada perasaan istimewa tersendiri ketika saya sedang berlari. Hampir semua tempat yg pernah saya datangi buat backpacker-an, pernah saya sempatkan berlari disana. Apalagi ketika rambut saya agak panjang, maka saat berlari akan berkibar2 dengan indahnya (narsis mode : on). Namun sayang, sepertinya orang2 yg melihat bakalan mengira saya orang gila yg baru kabur dari RSJ (narsis mode : off).
Saya pernah lari di pantai, lari malam2 waktu hujan, lari ke kampus, lari naik gunung, lari di tempat yg sama sekali saya gak kenal, lari jam 12 tengah malam, dan lari2 yg lain. Salah satu pengalaman lari yg berkesan dalam hidup saya, yaitu waktu saya berlari mengejar kereta api. Semua pengalaman itu membuat saya bangga dengan diri saya sendiri (kalo bukan saya yg bangga dengan diri saya sendiri, siapa lagi).
Melihat fenomena saat ini, saya pengen gak cuma ada Bike to Work saja, tapi juga ada Run to Work. Jadi berangkat ke kantor atau ke tempat kerja dengan berlari. Kelebihannya yaitu lebih hemat karena gak perlu beli sepeda. Gak perlu khawatir ban sepeda bocor, karena memang gak pake sepeda. Juga gak perlu cemas sepeda hilang waktu kerja, karena memang gak bawa sepeda. Jadi intinya Run to Work itu memang gak pake sepeda.
Lari itu sangat bermanfaat. Bermanfaat dalam menjaga kesehatan, baik pada penglihatan, kerja jantung, tulang, pernapasan, dan otak. Orang yg hobi berlari, katanya lebih fokus, tidak gampang pikun, dan lebih cerdas. Jadi bagi yg nilai ujiannya jelek, ayo lari saja, gak usah belajar *ajakan sesat*.
Berlari juga dapat membuat perasaan yg tadi sedih berubah menjadi senang. Tidak percaya? Coba saja lari. Apalagi ketika Anda berlari dan menemukan harta karun ataupun bertemu pujaan hati. Ah senang rasanya. Kecuali Anda lari, terus jatuh tertimpa buldoser, itu baru gak enak.
Namun tidak semua orang mendapatkan kesempatan untuk berlari. Ada saudara2 kita yg tidak seberuntung kita, sehingga mereka tidak dapat berlari, bahkan hanya untuk sekedar berjalan saja. Aku yakin mereka sangat ingin berlari sambil tertawa2. Berlari dengan secepat2nya melawan hembusan angin. Berlari sekuat2nya sampai berkeringat dengan deras.
Jadi untuk semuanya, selagi kalian mampu untuk berlari, selagi kalian dalam keadaan sehat, selagi kalian masih bernapas. Berlarilah. Berlarilah secepat2nya. Berlarilah sekuat2nya. Bayangkan bahwa pasti suatu saat nanti akan ada waktu dimana kita tidak akan bisa berlari lagi. Jadi jangan sampai ada penyesalan. Lari dan tidak usah peduli dengan anggapan orang lain. AYO LARI !!!!! AYO LARIIIII !!!!!!!!!!
Sebuah penyemangat :

Aku akan terus berlari dalam hidup yg singkat ini,
karena ada banyak tempat yg ingin aku tuju.

Angin

X : Batu apa yg gampang masuk angin?
Y : hah??
X : jawabannya adalah Batu yg hobi begadang..
Y : hah?? *krik krik...

Hai teman2.. Sayonara !!! (lho?)
Di postingan saya ini, saya akan menceritakan tentang angin. Pada jaman dahulu kala, hiduplah angin yg baik hati, dia pergi ke sebuah pesta menggunakan sepatu kaca dan harus pulang sebelum jam 12 malam. Lalu sepatu kacanya tertinggal dan ...
Eh salah, yg tadi cerita Cinderella...

Jadi angin itu adalah udara yg bergerak karena rotasi bumi ataupun karena perbedaan tekanan udara di sekitarnya. Angin juga merupakan udara yang bergerak dari tekanan tinggi ke tekanan rendah atau dari suhu udara yang rendah ke suhu udara yang tinggi. Begitu kata si Wikipedia.
Menurutku pribadi, angin itu keren. Tiba2 datang dan tiba2 pergi, kayak datang bulan. (maaf, cuma perumpaan ini yg bisa saya pikirkan). Membawa kesejukan ketika sedang kepanasan. Membawa harum bunga dan daun2 diantara semilirnya. Selalu berhembus tenang tanpa peduli dengan apapun.
Namun angin juga bisa menjadi berbahaya, tahukah kalian apa namanya? Ya, itu disebut masuk angin. Betul2 berbahaya. Selain masuk angin, ada juga angin puting beliung, angin tornado, dan segala jenis angin lainnya yg sanggup untuk mengobrak-abrik kampung dan seisinya.
Terlepas dari itu semua, banyak filosofi tentang angin, seperti “angin itu bebas, bisa pergi kemanapun” atau “angin tak terlihat, namun dapat dirasakan” dan yg terbaru “LAPAR? jangan makan angin”. Ya, filosofi2 indah seperti itu.
Bayangkan jika di dunia ini tidak ada lagi angin. Maka tidak akan ada lagi jemuran yg kering karena tertiup angin. Tidak akan ada lagi anak kecil yg manjat tiang listrik karena layangannya nyangkut. Dan tidak akan ada lagi rok yg melayang. BAYANGKAN !! Akan jadi apa dunia ini. Bayangkan dunia tanpa ada rok yg melayang !! BAYANGKAN !!! Ahh.. saya tak sanggup membayangkannya...
Angin pun banyak dimanfaatkan sekarang ini. Salah satunya sebagai pembangkit tenaga listrik dimana hal ini bisa menjadi solusi yg bagus untuk masalah terbatasnya minyak bumi. Merupakan sumber tenaga yg potensial, karena angin tidak akan pernah berhenti, akan selalu ada. Setidaknya sampai dunia ini tidak ada lagi.
Sejak jaman dulu pun nelayan2 telah menggunakan angin untuk membantu berlayar mencari ikan. Permainan layang-layang yg merupakan permainan populer juga menggunakan bantuan angin. Pada beberapa tanaman pun, penyerbukannya menggunakan bantuan angin juga. Itu sebagian kecil dari manfaat angin.
Namun saat ini, orang2 mulai tidak peduli dengan angin. Lebih memilih menyalakan kipas angin atau AC, daripada membuka jendela dan membiarkan angin sepoi2 masuk. Kalau kalian sempat, coba ke pantai dan rasakan angin yg berhembus. Maka kalian akan tahu kalo angin itu betul2 indah. Indah walau kita tak melihatnya.
Setiap saya pergi kemanapun buat jalan2, ketika ada angin, maka saya pasti akan diam dan merasakan hembusan angin tersebut. Dan dalam hati, saya pasti akan berkata “Betul2 luar biasa. Dunia ini memang sangat indah”. Entah kenapa, hembusan angin selalu membuat saya merasa menjadi orang yg paling bahagia, dan saya selalu berharap agar angin seperti itu akan selalu berhembus dimanapun saya berada.
Seorang laki-laki pernah berkata,

Jika aku merentangkan layar kapalku, aku tahu angin akan membawaku ke suatu tempat.

Bahagia

X : Batu apa yg bisa membuat bahagia?
Y : umm.... batu.. ponari..?
X : oh, mungkin juga.. ayo ke ponari yuk... kebetulan akhir2 ini rejeki lagi seret..
Y : ... what the ... #!%$&*#

Ahh... bahagia sekali akhirnya bisa menulis di blog ini lagi. Maklum saya orang yg sibuk. Saya disibukkan jadwal buat bersantai di rumah, bersantai di rumah teman, bersantai di warung, dan bersantai di tempat lain. Sangat sibuk sekali jadwal saya.
BAHAGIA, satu kata ini merupakan hal yg selalu dicari setiap orang dari jaman dahulu sampai saat ini. Banyak pertanyaan terkait tentang hal ini, seperti apakah bahagia itu? apakah sulit untuk bisa bahagia? bagaimana cara supaya bahagia? kenapa Anang dan KD cerai? apakah Raul Lemos dibalik semua ini?
Terlepas dari semua pertanyaan bijak tadi, menurutku bahagia itu relatif. Kenapa relatif? Karena keren aja kalo diucapkan.
Jadi, tiap orang itu punya pengertian sendiri tentang apa yg membuat mereka bahagia. Sebagai contoh, ada anak2 jalanan ketika mereka pagi hari bisa makan walaupun satu nasi bungkus dibagi untuk 4 orang, mereka merasa senang dan bisa tersenyum ceria. Mereka bahagia hanya karena satu nasi bungkus. Namun ada juga orang yg makan di restoran mahal, mengeluh dan kesal karena rasa makanannya terlalu asin sedikit. Merasa tidak bahagia walaupun makanannya mahal.
Ada juga anak yg dibelikan sepatu, walaupun hanya sepatu bekas, oleh bapaknya untuk si anak sekolah karena sepatunya sudah robek disana sini. Si anak merasa bahagia dan bilang kalo bapaknya bapak terbaik di dunia. Namun ada juga anak yg dibelikan sepatu dari luar negeri, namun malah marah2 pada bapaknya karena ternyata ada temannya yg memakai sepatu dengan model yg sama persis dan dia merasa malu.
Kalo melihat ataupun mendengar kejadian2 seperti di atas tersebut, entah kenapa rasanya kesal dengan orang2 yg kurang bersyukur (sayapun mungkin masih seperti itu, masih kurang bersyukur). Dari contoh2 yg saya tulis tersebut, mungkin ada kesamaan dari kenapa orang bisa bahagia.
Ya, menurut saya bahagia itu adalah ketika kita bisa bersyukur dan merasa senang dengan apapun yg telah ada ataupun terjadi pada kita. Jadi tidak ada alasan apapun bagi siapapun untuk tidak bisa merasa bahagia. Ketika bangun di pagi hari, harusnya kita merasa sangat2 bahagia karena kita masih diberikan kesempatan untuk hidup. Ketika tangan keseleo, harusnya kita merasa sangat2 bahagia karena masih punya tangan.
Saya pun kadang merasa tidak bahagia, seperti waktu saya dikasih uang saku cuma 1 miliar, saya merasa kurang senang. Buat beli 1 rumah langsung habis tu duit belum kalo pengen pesawat jet. Juga waktu saya diperebutkan oleh Nikita Willy dan Agnes Monica, saya merasa sedih kenapa gak bisa dua2nya aja.... OK, cerita saya yg ini memang gak nyata, kecuali yg tentang saya diperebutkan Nikita Willy dan Agnes Monica, itu juga betul2 tidak nyata. Hehe..
Kalau kalian cari di google ataupun buku2, pasti banyak sekali tips ataupun cara supaya bisa bahagia. Menurut saya sendiri, cara supaya bisa bahagia itu adalah dengan ‘Berbuat Baik’. Ya, berbuat baik itu sudah cukup. Jika ada orang yg merasa bahagia sehabis melakukan perbuatan yg tidak baik, menurutku itu bukan bahagia, itu hanya lebih kepada terpuasnya nafsu saja, bukan bahagia yg sebenarnya. Jadi buat kalian semua yg pengen bahagia, BERSYUKUR dan BERBUAT BAIK lah, serta transfer uang 100ribu ke rekening saya (saya tidak menjamin langkah terakhir itu bakal buat kalian bahagia, namun pasti bakalan bikin saya bahagia.. hehe...)
Buah kedondong buah rambutan, sekian dan terima kasih...



Lihat dirimu, dan kau akan menemukan seribu alasan untuk dapat berbahagia
Lihat sekitarmu, dan kau akan menemukan sejuta alasan untuk dapat berbahagia
Lihat dunia, dan kau akan menemukan tak terhingga alasan untuk dapat berbahagia

Tenggelam

X : Kenapa batu kalo di air tenggelam?
Y : .....
X : Karena batu gak bisa berenang
Y : ......
Hai semua... Kangen yah? Saya tau pasti tidak. Emang saya gak pantas dikangenin. Ngilang lama gak ada yang cari. Hik.. hik... OK, cukup pembukaan pura2 sedihnya..
Pernahkah Anda tenggelam? Mungkin ada yang menjawab pernah, tidak pernah, kadang2, atau bahkan sehari 3 kali. Ya, itu semua tergantung minat dan bakat masing2 sih. Saat ini pasti kalian berpikir kalo saya habis tenggelam, makanya membuat tulisan tentang tenggelam. Ok, mungkin secara tidak nyata saya mengaku sedang tenggelam dalam kemalasan saya. Saya mulai jarang online, jarang mandi, jarang menyelamatkan dunia, dan jarang2 yg lainnya, alasannya ya karena malas dan beberapa hal lain tentunya.
Namun dalam tulisan kali ini saya hanya akan membahas tentang tenggelam dalam sebenar2nya arti tenggelam itu sendiri. Dan jangan tanya alasan kenapa saya bahas ini. Silahkan tebak sendiri saja. Hahahaha... *ketawa jahat.
Tenggelam merupakan kasus yang paling sering terjadi di dunia dan banyak mengakibatkan kematian pada akhirnya. Jika ingin tau lebih banyak tentang tenggelam, silahkan cari di google saja ya... Maaf saya agak malas kalo buat nulis tentang pengertian tenggelam dan lain2nya... terus ngapain nulis postingan tentang tenggelam? Ah ribut, jangan banyak tanya..
Terus apa kalian tau kenapa kapal Titanic bisa tenggelam sampai kedalaman sekitar 3800 meteran, saya akan bocorkan fakta yg tidak semua orang di dunia ini tau. Yaitu..... yaitu adalah ...... penasaran kan? Hahahahahaha.... *ketawa jahat lagi.
Yaitu, karena Titanic berlayar di air.... *hening
Kali ini saya akan menulis beberapa tips supaya tidak gampang tenggelam :
  1. Bisa berenang, atau setidak2nya baca tentang cara berenang dan belajarlah berenang
  2. Kalo tidak bisa berenang, jangan nekat terjun ke sungai, laut, atau sejenisnya yg cukup dalam
  3. Jika bepergian menggunakan kapal, gunakan jaket penyelamat
  4. Jika terlanjur mulai tenggelam, jangan panik. Karena panik hanya akan membuat Anda semakin susah untuk diselamatkan. Jadi jangan panik, tetap tenang dan tahan nafas. Jadi sekali lagi, JANGAN PANIK!!!!
Kebanyakan orang yg mulai tenggelam itu pasti panik dan dalam keadaan panik tersebut, mereka pasti bergerak secara membabi buta berusaha agar tidak tenggelam. Hal itu sangat merepotkan bagi orang yg ingin menyelamatkannya, karena jika tidak hati2 maka malah yg menyelamatkan itu ikut tenggelam juga karena tertarik si korban. Untuk hal ini, saya sudah cukup berpengalaman dalam hal ikut tenggelam padahal niat pengen menyelamatkan. 
Dan tidak semua orang yang tenggelam itu orang yang tidak bisa berenang. Karena orang yg berenang pun kadang bisa tenggelam. Bisa akibat sakit, cedera, kelelahan atau karena lagi pengen aja. Mengutip kata2 abang yg di napi, “Tenggelam bukan hanya terjadi karena ada niat dari pelakunya, tapi juga karena ada kesempatan. WASPADALAH!! WASPADALAH!!”
Sebuah pepatah mengatakan,

Jika kau mulai tenggelam, cobalah tenang. Siapa tahu ternyata airnya dangkal.

Jujur

X : batu apa yang gak bohong?
Y : ummm.... gak tau...
X : batu jujur
Y : ....??#!? *dongdong...
Ehmmm... sepertinya setiap postingan saya selalu sangat lama sekali munculnya. Bukan karena saya tidak peduli pada blog ini, tapi ketiadaan waktu untuk membuka blog ini dan meng-update-nya (itu sama aja kayak tidak peduli). Untunglah, hari ini, berbekal semangat dan sepiring nasi padang, saya bisa meng-update ini blog. Silahkan dinikmati tulisan saya ini....


JUJUR. Kata tersebut sangat sering sekali digunakan untuk mendeskripsikan bahwa seseorang itu tidak suka bohong, atau selalu berkata benar sesuai dengan yang terjadi. Kita sering lupa kalau jujur itu merupakan sifat orang yang baik, dan tidak hanya terbatas pada ucapan atau yg dikatakan orang itu saja.
Sebagai contoh, jika ada seorang yang sangat jahat, setiap hari dia mencopet, merampok, memukuli anak orang, bahkan (maaf) membuang sampah sembarangan, terus dia pulang dan bilang ke teman2nya tentang hal2 yg dia lakukan. Apa lantas temannya akan berkata “saya bangga Bro, kamu orang yang sangat jujur..” (sambil menepuk bahunya dengan tatapan haru). Saya pikir tidak akan seperti itu.
Dan kalau kita nonton TV (bagi yg punya) atau membaca Koran (bagi yg bisa baca), biasanya ada berita yang berjudul “akhirnya si X mengaku bahwa dia korupsi” atau “Pembunuh itu mengakui kesalahannya”, namun tidak pernah ada judul berita “si X, pelaku korupsi adalah orang yang jujur” atau “Pembunuh yang jujur”. Ada yg tahu kenapa? Ada yg tahu? Silahkan angkat tangan kalo ada yg tahu ? Yak, yg paling belakang mungkin tahu... atau yg sampingnya...
Ok lanjut. Jawaban dari pertanyaan tadi adalah karena tindakan yang dilakukannya itu adalah hal yg tidak baik. Jadi tidak tepat jika kita menyebutnya sebagai orang yg jujur.
Jadi jujur itu bukan pada perkataan, tapi ada pada perilaku yang baik. Jujur merupakan hal yang ditunjukkan dengan tingkah laku dan ucapan kita. Karena itu biasanya di kolom2 lowongan pekerjaan, tertera syarat selain berpenampilan menarik, usia 20-25, ada juga syarat harus “jujur”. Lihat kan, sebegitu pentingnya “jujur” itu.
Saat ini, kata beberapa orang, “jujur” telah menjadi barang langka. Sangat sulit menemukan orang yang mempunyai sikap “jujur”. Kenapa saya sebut ‘sikap’? Karena kejujuran itu baru ketahuan ketika kita berbuat. Ketika kita berkata benar, kita disebut jujur. Ketika kita berlaku adil, kita disebut jujur. Jadi jujur itu bukan ‘sifat’, tapi merupakan ‘sikap’.
Saat ini, sepertinya semua orang pasti pernah berbohong. Terkecuali saya (nah ini bohong). Saya selalu jujur (bohong lagi). Saya tidak pernah berbohong (bohong lagi). Sejujurnya, kemarin saya habis mengantar pak SBY pijat di tempat Mbok Santi (sangat luar biasa jelas sekali bohongnya). Ok, cukup, daripada dosa saya terus bertambah.
Sebelum saya akhiri postingan ini, ijinkanlah saya untuk berkata jujur sekali saja di postingan ini. OK! Siap! Inilah dia, akhirnya kata2 jujur dari saya. Jeng jeng... *backsound.
“Saya ganteng”
....
*nb: tolong jangan rajam saya


Seorang seniman yang tidak terkenal di zamannya pernah berkata,


“Jujur itu mudah, kalau kau mau”

Terima kasih saya ucapkan kepada 'nasi padang' yg telah menemani saya menulis ini..

Jalan

X : Kenapa batu gak bisa jalan?
Y : ... (berpikir)
X : Karena gak punya kaki...
Y : betul juga !!! kamu pintar ya... (mulai jadi bodoh karena sering tebak2an)

Sebelumnya saya minta maaf karena lama sekali baru sempat meng-update ini blog. Itu karena.. eh.. karena... jadi begini... eh... begitu... Sudah mengerti kan? Harap dimaklumi... Makasih... (kalo penjelasannya kayak gini, sampe mati pun gak bakalan bisa maklum)
Langsung ke topik tulisan yang akan saya bahas, yaitu “jalan”.
Saya sangat suka jalan2, apalagi kalo ke tempat2 yang belum pernah saya datangi, seperti ke rumah pak Lurah, toilet cewek, dan beberapa tempat lainnya. Jalan2 sudah menjadi salah satu hobi saya. Saking sukanya saya sama jalan2, tiap jalan2 saya pasti pake celana (ok, ini memang gak nyambung, tapi jangan tanya kenapa).
Kali ini saya akan menuliskan beberapa info yang mungkin Anda belum tahu tentang “jalan”. Tahukah Anda bahwa terdapat Undang-Undang tentang jalan, yaitu UU 38 tahun 2004? Tahukah Anda bahwa nama jalan yang paling panjang adalah Dwudziestego Pierwszego Praskiego Pułku Piechoty imienia Dzieci Warszawy, yaitu nama jalan di Polandia? Tahukah Anda bahwa “jalan” terdiri dari dua huruf “a”? Tahukah Anda bahwa semua info ini saya dapat dari google? Tahukah Anda bahwa jalan rumah saya bernama “Jl. H. Jahrah”? Tahukah? Tahukah?
Mungkin cukup sekian info yg bisa saya berikan tentang “jalan”. Saya yakin Anda sekarang merasa menjadi lebih pintar. Tidak perlu berterima kasih, cukup cium kaki saya saja. (dikejar massa)
Kembali tentang saya yang suka jalan. Saya mau cerita sedikit. Kemarin, tepatnya 2 hari yg lalu, saya jalan2.
OK, cukup...
Biasanya orang berjalan2 karena ada suatu alasan dibalik itu, baik karena pengen menjelajah, menghilangkan stress, ataupun hanya sekedar meng-olahraga-kan kaki. Menilik sedikit tentang “jalan2”nya para wakil rakyat ke beberapa Negara di luar sana, yang katanya menghabiskan dana yang tidak sedikit (kita sebut saja ‘banyak’),dengan alasan demi membuat negeri ini menjadi lebih baik. Sepertinya itu bisa dimaklumi. Toh, niat seseorang tidak ada yang bisa tahu kecuali Tuhan dan orang itu sendiri.
Jadi marilah kita berbaik sangka saja, tapi jika ternyata niat mereka memang pengen jalan2 saja, maka GO TO HELL kalian semua !!!!! (maaf agak sedikit kasar, bukan maksud hati, tapi memang begini adanya... syalala..la..*lagi nyanyi).
Kembali tentang saya lagi...
....
Ya sekian..

“Ada banyak sekali jalan, jika kita mau mencari.”

Bencana

X : ....
Y : ....

Kali ini di postingan ini, saya akan menuliskan sedikit tanggapan saya tentang beberapa kejadian yang terjadi di Indonesia baru2 ini. Banjir di wasior, tsunami di mentawai, dan letusan gunung Merapi betul2 merupakan kejadian yang sungguh memilukan.
Kali ini kita tidak bisa menyalahkan siapa2. Jika ingin menyalahkan seseorang, salahkanlah diri kita sendiri. Gak perlu nyebut kalo bencana ini terjadi karena warganya jahat lah, suka melakukan maksiat lah, pemimpinnya gak becus lah. Gak perlu menyalahkan siapa pun. Toh kita ini hanya manusia yang gak mungkin bisa tahu alasan sebenarnya kenapa bencana ini harus terjadi.
Terlebih jika ada orang yang berani menyalahkan Tuhan untuk semua kejadian ini. Di setiap peristiwa selalu ada hikmah yang terkandung. Mungkin saya sendiri pun gak bakalan tahu apa makna yang terkandung dari kejadian ini. Tapi yakinlah bahwa selalu ada hikmah di setiap kejadian, walaupun itu berupa bencana. Jadi jangan pernah sekalipun menyalahkan Tuhan atas apapun yang terjadi. Kadang hal yang menurut kita baik dan yang menurut Tuhan baik bagi kita, berbeda. Cuma Tuhan yang bakalan tahu apa yang terbaik bagi umatnya.
Dan gak perlu juga kita menyalahkan pemerintah atas bencana ini. Gak perlu kita jadi peng-kritik pemerintah, peng-kritik terhadap Negara kita sendiri. Negara ini sudah kebanyakan tukang kritik. Bahkan mungkin seorang tukang ojek, atau tukang sapu jalanan pun mungkin punya kritikan yang lebih pedas daripada para kritikus2 yang ada. Terlalu mudah untuk menjadi si tukang kritik. Terlalu mudah untuk menyalahkan seseorang atau sesuatu jika suatu hal tidak berjalan seperti keinginan. Sangat mudah untuk terus mencari kambing hitam atas semua permasalahan.
Tapi Negara ini gak perlu orang2 seperti itu. Orang2 yang bisanya cuma bicara saja, cuma bisa cuap2 saja. Saya lebih menghargai tukang sampah yang setiap hari mengambil sampah di selokan agar tidak tersumbat dan mengakibatkan banjir, daripada para kritikus berpangkat, berpendidikan yang bisanya cuma berkata2, menghujat pemerintah tanpa melakukan hal yang sedikitpun berarti.
Saya sangat menghargai dan berterima kasih kepada para relawan yang mau mengorbankan harta, raga, dan jiwanya untuk membantu saudara2 kita yang sedang tertimpa bencana. Terlepas dari apakah mereka ikhlas atau tidak dalam memberikan bantuan, saya sangat menghargai bantuan mereka. Tidak perlu kita repot memikirkan apakah si relawan itu dari partai A, atau partai B, atau membawa aliran agama tertentu, ataupun merupakan ajang penyombongan diri agar terkenal. Yang paling penting adalah mereka sudah mau membantu. Menurut saya itu lebih baik, daripada orang yang cuma bisa diam saja.
Maaf di postingan saya kali ini tidak ada yang cukup lucu untuk membuat kalian tertawa. Tapi jika kalian mau tahu sesuatu yang lucu, silahkan direnungkan :

  • saat saudara2 kita diluar sana kesulitan untuk mencari makan, kita bisa dengan mudah makan 3 kali sehari, dan lupa untuk bersyukur,
  • saat saudara2 kita diluar sana kedinginan karena tinggal di tenda pengungsian, kita bisa tidur dalam kamar kita yang hangat, dan lupa untuk bersyukur,
  • saat saudara2 kita diluar sana terluka, sakit, dan sekarat, kita masih bisa berjalan2 dan bermain dengan teman2 kita, dan lupa untuk bersyukur,
  • saat saudara2 kita diluar sana meneteskan air mata karena saudara mereka, orang tua mereka, atau anak mereka meninggal karena bencana, kita masih bisa tertawa, bahkan terbahak2, dan lupa untuk bersyukur.
Sudah cukup lucu? Apa kalian sudah tertawa?

Untuk Indonesia-ku, untuk saudara2-ku....

Inggris-isme

X : apa bahasa Inggrinya Batu?
Y : stone
X : ya, betul
Y : ...sudah.. gitu aja.. dasar tebak2an gak mutu... *ngambil shotgun, bidik, DOOR!!!

Maaf ya, lama sekali saya baru sempat menulis di blog ini. Terkendala banyak halang dan rintangan (halah).
Kali ini saya akan menulis tentang salah satu fenomena yang mungkin kita sadari atau tidak kita sadari, yaitu Inggris-isme (nulis ngasal). Intinya, kita jadi lebih senang menggunakan, mendengar, ataupun melihat hal2 yang berhubungan dengan bahasa Inggris.
Mungkin ada sebagian orang yang akan berkata, “ ah, saya gak gitu loh.. I love Indonesia” atau “akhyu tyuh gyak syuka phake bhahasya inggris”(dengan gaya Cinta Laura). Bahkan seorang bule berkata “saya lahir di Inggris..”. Penjual2 alat pertukangan pun banyak yang berteriak2, “KUNCI INGGRIS, KUNCI INGGRIS....”. Lihat? Seberapa dahsyatnya pengaruh bahasa Inggris pada masyarakat kita.
Memang, ketika seseorang berbicara dan menggunakan bahasa Inggris pada beberapa kata, hal itu akan membuat seseorang itu menjadi terlihat lebih pintar, cerdas, dan pirang(??). Orang2 pun lebih cenderung mengaitkan cantik itu pada orang2 bule yang berasal dari luar negeri. Ketika melihat seorang bule yang kulitnya putih, hidungnya mancung, rambutnya pirang, dan ngomong pake bahasa Inggris, maka akan banyak orang yang bilang “cantik ya..”, “pintar ya ngomong bahasa Inggrisnya..”, atau “jadi laper...”. Iya, kata2 yang terakhir tadi karena lapar, bukan karena hal lainnya (positive thinking please..).
Sama seperti kita menonton film. Kita lebih senang menonton film yang berjudul ‘Superman’, coba kalo diganti jadi ‘Manusia Super’ pasti peminatnya kurang banyak. Dan film2 lainnya yang kita lebih senang kalo judulnya pake bahasa Inggris. Batman=Manusia Kelelawar, Astro Boy=Bocah Astro, How to Train Your Dragon=Bagaimana Cara Melatih Naga Anda. Entah kenapa, semua film tadi seandainya dibuat jadi berjudul bahasa Indonesia, agak kehilangan daya tariknya.
Sama juga seperti nama. Entah kenapa nama John terlihat lebih keren dibanding Jono ataupun Paijo. Kalau kita mendengar nama ‘Tukiyem’ (mohon maaf bagi yang bernama Tukiyem, tidak ada maksud terselubung di balik tulisan ini), pasti kita langsung berpikir, “ni orang kayaknya pembantu”. Sedangkan bila kita mendengar nama ‘Angel’, kita akan langsung berpikir, “ni orang kaya, mungkin artis”. Begitulah masyarakat kita, terlalu mudah menilai orang, bahkan hanya dari namanya saja.
Ya, saat ini masyarakat kita sudah terlalu banyak teracuni dengan dunia barat dan segala tetek bengeknya. Terlalu banyak film, buku, dan hal2 lainnya yang berasal dari barat. Mengambil ilmu, pelajaran dan hal2 baik lainnya boleh saja, tapi jangan sampai kita lupa kalau di Negara kita sendiri ini ada banyak hal yang dapat kita pelajari. Kita harus dapat memilah dan memilih mana yang baik dan yang buruk. (omongan saya mulai serius, pasti gara2 hari ini hari minggu. Apa coba hubungannya?)
Saya ucapkan terima kasih dan penghargaan yang sebesar2nya kepada para seniman tanah air yang dapat menciptakan karya2 seni asli Indonesia, baik itu film, novel, drama, tarian, atau apapun itu, bahkan banyak yang sudah sampai dan diakui di mancanegara. Saya pengen seandainya nanti saya ke luar negeri dan ngomong pake bahasa Indonesia, misalnya ngomong, “sandal jepit saya putus”, maka orang2 disana jadi kagum dan bilang “ganteng ya, bisa bahasa Indonesia’, “Indonesian is cool..”, atau “ jadi laper...” (laper karena belum makan). Ya, mudah2an suatu saat nanti bisa seperti itu.
Masyarakat kita terlalu banyak yang hanya menilai dari penampilan, bahkan hanya dari namanya saja yang berbau ke-Inggris-an.

Kata2 bijak di postingan kali ini :

“Don’t judge a book by its cover, nor from its title”
(tuh kan postingan ini jadi keren, gara2 pake bahasa Inggris.. Ngomong2 itu kalimat artinya apa ya???)

Kemerdekaan

X : Bagaimana cara batu merayakan kemerdekaan?
Y : ...
X : Dengan diam
Y : (...krik...krik...krik...) * jangkrik yang sama dengan postingan terdahulu
Berhubung hari ini tanggal 17 Agustus, dan tanggal di kalender lagi merah, jadi saya bakalan posting.
Tahun ini saya merayakan 17 Agustus-an bukan di kota kelahiran saya lagi. Ya, tuntutan pekerjaan sehingga saya harus keluar dari kampung halaman tercinta (hiks..hiks.. tunggu Mak, bentar lagi saya pulang...).
Disini perayaan yang ada kurang begitu menarik dan meriah. Sepertinya orang2 mulai pada lupa kalau tepat 65 tahun yang lalu pada hari ini, Indonesia berhasil memproklamasikan kemerdekaannya. Ya, walaupun 65 tahun yang lalu saya belum lahir dan menyaksikan proklamasi secara langsung.
Dulu waktu saya masih kecil dan tinggal di kampung, tiap 17-an selalu banyak lomba2 yang diadakan, seperti panjat pinang, balap karung, masukkan paku dalam botol, bawa kelereng pake sendok di mulut, nyanyi, nari, pawai (parade), dll. Dan dulu, saya biasanya selalu ikut lomba2 yang diadakan. Ya, hanya untuk senang2 saja.
Disini, suasananya sunyi, gak ada lomba2 buat anak2 kecil. Sepertinya anak2 kecil sudah teracuni oleh hal2 lain yang menurut saya tidak begitu bagus, seperti game online, facebook, BB, PS2, dan permainan lain yang kurang mendidik. Jadi mereka berpikir, buat apa main permainan yang sudah ketinggalan jaman.
Haahh... (ni lagi menghela napas, maaf kalo suaranya aneh). Anak2 sekarang sudah terlalu gaul. Mereka gak tau asiknya bawa kelereng pake sendok di mulut (kalo dipikir2, memang gak ada asiknya bawa sendok di mulut). Tapi nuansa dan atmosfer Kemerdekaan bisa membuat lomba2 itu menjadi sedemikian menariknya.
Saya pun kadang berpikir untuk membuat lomba 17-an. Ya, yang simple2 aja, seperti lomba mencuci motor, lomba menjilat es krim, lomba memukul nyamuk, lomba melipat baju, dan lomba2 lainnya Bagaimana? Kreatif bukan? Ya, ada beberapa orang yang bilang lomba2 itu gak jelas semua, dan saya yakin Anda termasuk dalam beberapa orang itu (waktu lomba2 itu saya ajukan ke ketua RT, dia malah nyuruh saya pergi ke psikiater).
Berbagai cara bisa dilakukan dalam memperingati dan merayakan Hari Kemerdekaan ini, ada yang membuat lomba, ada yang mengkritik pemerintah, ada yang meng-hack situs2, ada yang membuat puisi, menyanyi, ada  yang tidur, ada yang ikut upacara, ada yang mencuci motor, ada yang menulis postingan. Ya, banyak cara untuk memperingati 17-an, namun yang terpenting adalah apa yang ada dalam hati kita. Menghargai jasa2 para pahlawan, berusaha jadi warga Negara yang baik, dan bangga menjadi bangsa Indonesia, itulah yang terpenting (kok omongan saya jadi sedikit benar, sepertinya mulai terbawa suasana Kemerdekaan).
Dan perasaan tentang kemerdekaan ini, jangan hanya ada pada satu hari itu saja, 17 Agustus. Setiap hari, kita harus bangga menjadi bangsa Indonesia. Setiap hari kita harus bisa menjadi lebih baik untuk Indonesia kita ini.

Kutipan yang bagus menurutku.

Jika Merdeka itu gampang, kenapa harus menunggu tahun 45 untuk merdeka.
Jika Merdeka itu susah, kenapa semudah itu Kita sering melupakannya.


Terbang

X : batu apa yang bisa terbang?
Y : ...
X : batu ajaib
Y : (...krik...krik...krik...) *suara jangkrik


Ini postingan pertama di blog ini, jadi akan saya usahakan kelihatan cerdas.
Sekarang sudah hari puasa yang ke-4, gak terasa ya? Berarti bentar lagi lebaran (kecerdasan saya mulai terlihat). Ya, cukup basa-basinya, kita langsung ke topik pembicaraan.

Seperti tebak2an yang sangat (tidak) lucu di atas, saya akan membahas tentang ‘Terbang’. Pernahkah kalian bermimpi untuk terbang? Bukan terbang pake pesawat, tapi seperti Superman, Son Goku, Gatot Kaca, dan sejenisnya.
Saya dulu, ketika kecil (seingat saya, saya pernah kecil) pernah berharap agar bisa terbang. Berbagai cara dilakukan, pake handuk diikat di leher (ngikut Superman), pengen ngecat rambut jadi kuning (kayak Son Goku), ngemut2 kawat dan besi (biar kayak Gatot Kaca), tapi semua nihil, tak ada hasil (ya iyalah, ngemut2 kawat dan besi, masih hidup aja untung).
Terbang itu sepertinya enak. Kalo tiba2 kita iseng pengen megang lampu yang nempel di langit2, bisa dengan mudah. Kalo tiba2 pengen kentut, bisa kentut diatas. Kalo piring nyangkut diatas pohon (orang cerdas suka lempar2 piring ke atas pohon), bisa diambil juga dengan mudah.
Baru2 ini saya meng-google (gak enak dibaca ya, meng-google) dan saya temukan tentang manusia2 yang bisa terbang tanpa menggunakan alat apapun. Gak tau betulan apa gak. Bahkan katanya ada latihannya, yaitu Yogic Flying. Jadi pengen...
Tapi seiring pertumbuhan umur saya sampai saat ini, saya sadar kalo terbang itu bisa, tapi harus ada alatnya. Bisa pake pesawat, bisa juga pake gantole (sejenis layang2 yang besar dimana kita ikut terbang di layang2 itu, ada yang pake mesin ada juga yang gak pake), pake roket, atau pake baling2 bambu (kayak doraemon).
Dari semua alat yang ada, sepertinya yang paling mencerminkan terbang adalah gantole. Karena disitu kita bisa merasakan angin berhembus membelai wajah kita (puitis) dan kita bisa merasakan kaki kita tergantung bebas tanpa menginjak apapun, tidak seperti di pesawat dimana kita menginjak lantai pesawat. Dan kalo di pesawat kita nekat membuka jendela hanya untuk merasakan angin membelai wajah kita, siap2lah wajah kita akan dibelai dengan keras (bahasa halusnya : ditampar) oleh seluruh penumpang dan kru pesawat. Itupun kalo pesawatnya gak jatuh duluan.
Suatu saat, ya, suatu saat, mudah2an saya bisa mencoba terbang pake gantole. Saya ingin terbang. Keinginan itu tetap ada sampai sekarang. Saya ingin bisa menyentuh awan dengan tangan, saya ingin bisa merasakan lembut dan dinginnya awan.
Sebuah nasihat yang cukup indah menurutku.


Jika kau ingin terbang, terbanglah setinggi-tingginya. Karena jika nanti kau jatuh dan tidak bisa terbang lagi. Tidak akan ada penyesalan, karena kau sudah pernah mencapai batas tertinggimu. Batas yang mungkin orang lain tidak pernah mencapainya.